Tren Harga Pangan Nasional 27 Januari 2026: Penurunan Mayoritas, Telur Naik Tipis

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:00:47 WIB
Tren Harga Pangan Nasional 27 Januari 2026: Penurunan Mayoritas, Telur Naik Tipis

JAKARTA - Harga pangan hari ini menunjukkan tren penurunan secara rata-rata nasional. Data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Selasa, 27 Januari 2026 pukul 07.40 WIB mencatat berbagai komoditas utama turun harga.

Beras medium turun 2,06 persen menjadi Rp13.116 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya. Sementara beras premium justru naik tipis 0,08 persen menjadi Rp15.600 per kilogram.

Harga beras SPHP turun 0,67 persen menjadi Rp12.382 per kilogram. Penurunan ini menandakan stabilisasi harga di segmen beras dengan kualitas menengah ke bawah.

Bawang putih bonggol turun 0,74 persen menjadi Rp38.421 per kilogram. Sedangkan bawang merah mengalami penurunan lebih tajam sebesar 4,32 persen menjadi Rp39.184 per kilogram.

Penurunan Signifikan pada Komoditas Cabai

Harga cabai merah keriting tercatat turun 9,65 persen menjadi Rp33.194 per kilogram. Cabai rawit merah mengalami penurunan hingga 11,99 persen menjadi Rp45.867 per kilogram.

Cabai merah besar turun 12,60 persen menjadi Rp32.436 per kilogram. Penurunan harga cabai ini memberikan keringanan bagi konsumen yang selama ini terbebani harga tinggi.

Namun, harga kedelai biji kering impor mengalami kenaikan 0,50 persen menjadi Rp10.845 per kilogram. Sebaliknya, harga jagung tingkat peternak turun 5,58 persen menjadi Rp6.597 per kilogram.

Fluktuasi Harga Protein Hewani

Harga telur ayam ras naik tipis 1,29 persen menjadi Rp31.052 per kilogram. Kenaikan ini menjadi satu-satunya catatan kenaikan di sektor protein hewani utama, meski relatif kecil.

Harga daging ayam ras turun 1,59 persen menjadi Rp38.562 per kilogram. Sementara harga daging sapi murni turun 1,75 persen menjadi Rp133.932 per kilogram.

Penurunan harga protein hewani ini memberi ruang bagi konsumen untuk membeli daging dan ayam dengan harga lebih terjangkau. Kenaikan harga telur tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi harga makanan olahan.

Penurunan Harga Minyak, Gula, Tepung, dan Ikan

Harga gula konsumsi turun 1,47 persen menjadi Rp17.917 per kilogram. Minyak goreng kemasan sederhana berada di Rp20.670 per liter, turun 1,96 persen dari hari sebelumnya.

Minyak goreng curah turun 2,51 persen menjadi Rp17.217 per liter, sedangkan tepung terigu curah turun 2,01 persen menjadi Rp9.506 per kilogram. Penurunan ini menunjukkan stabilisasi harga pangan olahan di pasaran.

Berbagai jenis ikan juga mengalami penurunan harga. Ikan kembung turun 6,67 persen menjadi Rp41.520 per kilogram, ikan tongkol turun 7,04 persen menjadi Rp34.277 per kilogram, dan ikan bandeng turun 4,52 persen menjadi Rp31.361 per kilogram.

Penurunan harga ikan menandakan pasokan laut yang cukup dan distribusi yang lancar. Hal ini menjadi kabar baik bagi konsumen yang mengandalkan protein laut dalam menu sehari-hari.

Tren Pasar dan Dampak Bagi Konsumen

Secara umum, sebagian besar komoditas pangan mengalami penurunan harga pada 27 Januari 2026. Penurunan ini dapat meringankan tekanan inflasi pangan di masyarakat.

Meski demikian, kenaikan harga telur ayam ras perlu dicermati. Kenaikan tersebut relatif kecil, namun jika berlanjut, dapat berdampak pada harga makanan olahan yang menggunakan telur.

Penurunan harga bawang, cabai, minyak goreng, dan daging menunjukkan adanya stabilisasi pasokan. Pemerintah dan pedagang diharapkan terus memantau distribusi agar harga tetap terkendali.

Harga beras medium dan SPHP yang turun memberi angin segar bagi konsumen berpendapatan menengah ke bawah. Sementara beras premium yang naik tipis tetap menjaga keseimbangan pasokan dan kualitas.

Tren ini menunjukkan dinamika pasar yang masih fluktuatif. Penurunan harga secara nasional disertai kenaikan beberapa komoditas penting menjadi sinyal bagi konsumen dan pelaku usaha untuk tetap waspada.

Harga cabai yang turun signifikan memberikan ruang bagi rumah tangga untuk mengurangi beban belanja. Penurunan ini juga berdampak positif bagi pedagang kecil dan pasar tradisional.

Fluktuasi harga bawang putih dan bawang merah menunjukkan ketergantungan pada musim panen dan distribusi antarwilayah. Penurunan yang terjadi saat ini menjadi kesempatan bagi konsumen untuk membeli stok dengan harga lebih terjangkau.

Harga protein hewani, gula, dan minyak goreng yang cenderung stabil atau menurun menunjukkan perbaikan pasokan dari produsen dan distributor. Stabilitas ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan-bulan permintaan tinggi.

Penurunan harga ikan juga menandakan ketersediaan pasokan yang memadai dari perikanan lokal. Hal ini membantu menjaga pola konsumsi masyarakat tetap terjangkau dan gizi seimbang.

Secara keseluruhan, data Bapanas pada 27 Januari 2026 memberikan gambaran jelas mengenai dinamika harga pangan nasional. Masyarakat dapat memanfaatkan momentum penurunan harga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari secara lebih hemat.

Kendati sebagian besar komoditas turun, pengawasan tetap dibutuhkan terhadap kenaikan minor seperti pada telur ayam. Pemantauan ini penting agar fluktuasi harga tidak menimbulkan tekanan tambahan bagi konsumen.

Stabilitas harga pangan menjadi faktor utama dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Pemerintah, pedagang, dan konsumen diharapkan dapat bekerja sama untuk memastikan distribusi dan ketersediaan pangan tetap lancar.

Terkini